2.4 Lelakiku Bule Belanda (true story) Chapter 2d: Perjuangan Season 2

D. Perjuangan season 2
Saya tidak bisa merubah ayah, bahkan saya tidak ingin menghianati ayah. Sedari kecil ayah selalu membanggakan saya. Saya tidak tercela di mata ayah. Walaupun dalam situasi ini saya benar-benar kesal pada ayah, tapi saya tetap mencoba mendapatkan restunya. Ini cuma masalah waktu. Ayah akan senang jika menantunya bisa dipercaya. Tapi sampai saat ini ayah belum percaya pada pilihan saya. Jadi saya hanya bisa kembali merengek pada Geart.

“Tolong, lakukanlah sesuatu. Aku tidak ingin kehilangan mu. Aku jamin, tidak sepeser pun dari investasi mu padaku akan terbuang sia-sia. I am a good human being. I am a nice person. I am a hard worker. I am smart. I will not dissapoint you. I promise. I know my value. You will have a great loss if you loose me. Trust me honey, please… Aku hanya butuh waktu untuk membangun diriku. Please… Please… ”
***

Saya terus berusaha agar Geart tidak begitu saja melepaskan saya. Waktu 1.5 tahun terasa terlalu sedikit untuk hubungan jarak jauh. Tapi kami tidak pernah berhenti bicara dan bicara. Kami bicara setiap hari, setiap saat. Dan kami tidak merasa bahwa kami sangat jauh. Namun ketidakmampuan saya membuat semangat Geart melemah. Tapi saya tetap berusaha membujuknya.

“Begini saja, ijinkan aku bicara dengan ibu mu. Kirimkan emailnya padaku. Aku akan berusaha menjelaskannya sendiri. Mungkin dia akan mengerti.”
***
*setelah beberapa kali surat-suratan dengan sang ibu…

“Apa yang kamu bicarakan dengan ibuku? Dia marah sekali! Dia bukan orang sembarangan. Dia itu psikolog. Kamu bicara sedikit saja, dia akan tau siapa kamu sebenarnya. Tapi apa yang kamu katakan? Kenapa dia sangat marah dan bilang bahwa kamu sangat angkuh” tanya Geart.

READ  Lelakiku Bule Belanda (true story) chapter 1: Pede Abis!

“Harusnya kamu membaca surat dari ibumu padaku.” Jawab saya. “Dia menjelaskan bahwa kau mengorbankan segalanya untukku. Menghemat uang. Menjadi sangat irit. Tapi kemudian mengirim uang padaku. Dan aku hanya memanfaatkan mu saja untuk keluar dari situasi ku yang terjepit. Aku dituduh memanfaatkan mu untuk membebaskan aku dari kondisi sebagai perawan tua yang hampir tidak laku, dan miskin!!”
“Apa aku pernah meminta uangmu? Apa aku pernah memaksamu? Aku sudah bilang, berhentilah mengirimiku uang. Aku sudah melarang mu tapi kau tetap mengirimnya diam-diam. Walaupun aku tidak punya apa-apa, aku belum pernah mengemis! Dia memang tidak mengatakannya langsung, tapi dia menjelaskannya dengan hati-hati. Tapi aku tau… Ibu mu tidak percaya padaku. Dan menuduhku yang bukan-bukan.”
“Tentu saja aku katakan padanya, sudah sepantasnya anak mu mengorbankan sesuatu untuk mengejar cinta nya, bukankah dia sudah dewasa…”

***

Hubungan ini menjadi semakin rumit. Orang tua kami tidak melihat kebahagiaan ketika kami bersama. Ayah saya tetap mendesak kepastian kapan pacar saya akan melamar. Jika tidak, ayah dengan senang hati akan menjemput suami dari Pariaman dengan harga puluhan juta rupiah. Tapi entah siapa pria itu? Apa saya akan bahagia? Saya jelaskan kepada ayah. Apa bedanya orang asing ini dengan orang asing yang akan ayah jemput untuk jadi suami saya? Siapa yang akan tahu si bule ini lebih buruk atau lebih baik daripada orang asing pilihan ayah? Namun ayah berkilah, setidaknya pria yang ayah pilih sama agama dan budayanya dengan kita.

Demikian juga ibunya Geart. Seseorang yang pernah tertipu oleh seorang wanita muslim yang berpura-pura baik telah masuk ke dalam keluarganya, namun wanita itu hanya menikah untuk mengambil semua harta sang suami dan mencampakkan saudara sang ibu tersebut. Tentu ini bukanlah contoh baik untuk menerima kembali seorang wanita muslim dalam keluarganya. Saya mengerti. Tapi bagaimana meyakinkannya kalau saya ini berbeda?

READ  LELAKI KU BULE BELANDA (true story) Chapter 2: si Buta dari Gua Hantu

***

“Aku baru ingat. Tanteku pernah menikah dengan orang Jepang, dan memiliki satu orang anak dari suaminya itu. Dia sekarang tinggal di Jakarta. Dia orang yang sangat terbuka. Sangat baik hatinya dan mudah menerima perbedaan. Ibuku pernah bilang aku sama gilanya seperti tanteku. Kau pasti menyukainya juga. Tanteku itu adalah adik perempuan ayah satu-satunya. Ayahku sayang sekali padanya. Dia juga bisa berbahasa Inggris. Kita harus bicara padanya. Bukan aku saja, kamu juga. Karena jika dia tidak mengenalmu, bagaimana mungkin dia bisa membela mu. Aku yakin, tanteku bisa membujuk ayah!”

“Kita harus melakukan ini jika kita tetap ingin bersama. Aku berjanji akan memperbaiki hubungan ku dengan ibu mu. Serahkan saja padaku. Marah dan benci di awal itu biasa saja. Tapi aku tidak layak untuk itu selamanya. Aku bukan orang jahat. Dia akan tau.”

“Aku juga akan memberi tahu ayahku bahka kau sudah masuk islam dengan niatmu sendiri. Aku akan bilang bahwa kau sudah berkorban segalanya demi aku. Mungkin karena aku kurang bicara dengan beliau. Tapi inilah yang baru aku sadari… Aku harus lebih banyak bercerita tentang mu padanya. Demikian juga semua usaha mu. Tidak boleh ada yang terbuang sia-sia. Jika kau datang nanti, kita harus pergi ke Jakarta dan menemui tanteku. Kita harus berjuang! Kau mau?

“Baiklah, aku akan mencobanya lagi” Jawab Geart.
Yess!!!

————————
Bersambung again…

Mana suaranya?? Mana LIKE nya?? :p

 

 

Facebook Comments

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.