Belanda Trip

Extra Pictures – Belanda Trip

Extra Pictures – Belanda Trip

Belanda Trip, Image Gallery
Salah satu kafe open air di Leeuwarden  stasiun Groningen  Father and son  TK dan SD Geart di Jorwert, coba di liat papan tulisnya yang modern kayak layar komputer, touch screen.  Gerbang jembatan kecil di Jorwert dari tahun 1915  Kanal kecil buat transportasi dengan sampan sepanjang Jorwert sampan buat mancing, Geart juga sering mancing di kanal ini semasa kecil Geart di depan apartemen murah jaman masih sekolah. Tram dalam kota (kereta bus)
Sekilas Tentang Belanda Sekitar Gw

Sekilas Tentang Belanda Sekitar Gw

Belanda Trip
Personality Helpfull, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pandai menjahit, mandiri. gw banget. Hehehe... *Helpfull alias murah hati kalau memberi bantuan. Yang pasti bukan dari segi uang. Kalau uang sepertinya mereka agak pelit dan belanja juga peritungan. hampir seperti gw orang Padang. *Baik hati bukan hanya karena ada maunya. Emang sebagian besar orangnya baik hati sih. Tapi tidak seperti orang Indo, kalau nerima tamu di servis, kalau ada makanan di bagi ama temen, kalau jalan-jalan ngabisin bensin mobil temen. pokoknya baik hati dan murah senyum, kalau ketemu sepertinya saling sayang, pelukan, tidak gosip di belakang teman. Tapi lagi ngomongin orang dalam bahasa Belanda, gw sih nggak tau ya... :P *Tidak sombong dan apa adanya. Jadi diri sendiri aja. Kalau ditanya menjawab seadan...
Part 26: Goodbye Camer

Part 26: Goodbye Camer

Belanda Trip, Leeuwarden
Hari terakhir gw bersama camer adalah hari spesial buat camer. Camer minta dimasakin makanan Indonesia untuk dinner. Waduhhh... sebenarnya gw bingung mau masak apa. Takutnya dimasakin makanan Padang nanti gak suka. Camer gw anti cabe. Kalau dimasakin rendang beneran nanti kapok sama masakan gw, hari terakhir malah jadi petaka. Jadinya, gw janjikan masakan ala chef Via! Belanja dapur Pertama-tama belanja dulu ke toko Indonesia di kota (pasar). Maksud hati mau bikin rendang beneran dari bumbu mentah, sama dendeng non balado plus ayam ber bumbu. Mau beli jahe murni seuprit tigapuluh ribu, lengkuas seuprit tigapuluh ribu juga. Busyet deh, pada mahal semua. Semua daun-daun seperti daun salam, daun jeruk sih ada, tapi harganya selangit. Akhirnya kembali ke pengaturan awal; beli bumbu-jadi gili...
Part 25: Yang datang dan yang pergi

Part 25: Yang datang dan yang pergi

Belanda Trip
Di suatu pagi yang cerah, tanpa hujan dan angin dingin yang mana pada saat itu gw lagi bersenang-senang bisa keluyuran, berbelanja tanpa harus terbungkus rapat oleh jaket dan syal tebal, tiba-tiba gw mendapat berita buruk kalau nenek gw meninggal. Di depan sebuah swalayan di Leeuwarden, dekat parkiran sepeda, gw menangis terisak-isak sendirian. Untung bule bukan tipe orang yang mau tahu urusan orang lain, jadi nggak ada yang mendatangi gw dan bertanya "kamu kenapa? or, are you okay?". Nenek ku idolaku Nenek gw tinggal di Pariaman, sendirian tanpa suami. Nenek gw adalah single-parent dari empat anak sejak 40 tahun lalu. Anak-anak nya termasuk nyokap gw bisa hidup layak dan berhasil melawan pahitnya masa lalu bersama beliau. Nenek gw ini adalah idola gw, beliau adalah wanita tangguh. Rasa ...
Part 23: The Legend of Cap van Elbaria (Day 4: time to leave)

Part 23: The Legend of Cap van Elbaria (Day 4: time to leave)

Belanda Trip
Hari ini gw lega, karena sudah memberi keputusan pada diri sendiri kalau gw berhenti dari karakter sejak kemaren. Sayangnya itu tidak merubah keadaan, gw tambah bosan dan membawa Herr Raphl serta merta keluar dari Elbaria. Walaupun demikian kita tetap hang out around sampai event ini ditutup sesuai jadwal. Culture shock Gw sudah mulai mengepak barang-barang gw lebih dulu dari yang lain sebelum hiruk pikuk bersamaan dengan jadwal penutupan. Dan saatnya buat gw bersantai dan menonton orang-orang setenda yang lagi ‘ngepak. In the mean time, gw bisa menggambarkan beberapa adegan yang mana untuk orang Indonesia hal ini tidak layak atau tidak sopan, tapi untuk budaya barat, itu sudah biasa. Uppsss... tolong jangan memberi komentar untuk hal ini. Anda cukup mendengar saja. Adegan 1: Gw lagi ng
Part 22: The Legend of Cap van Elbaria Day 3: (good weather – bad mood)

Part 22: The Legend of Cap van Elbaria Day 3: (good weather – bad mood)

Belanda Trip
Cuaca sudah bagus hari ini, tidak ada hujan deras dan sinar matahari sangat terasa di badan. Inilah harapan gw sedari kemaren supaya gw bisa ikutan berlaga di medan perang. Apalagi semalam ketika gw sudah terlelap, gw terbangun karena teriakan-teriakan pertarungan, teriakan sihir, teriakan kesakitan dan hentak kaki yang berlarian. Gw bangun keluar dari kantong tidur dan mengintip apa yang sedang terjadi. Ternyata jam 03.00 pagi mereka sedang bertarung. Hmm... gw agak iri karena tidak bisa ikutan. Hari ini maksud hati ikut main dan bertarung, tapi lagi-lagi gw tersandung dengan ketidaktahuan apa yang sedang terjadi. Bluhh... mengesalkan. Kalau bukan karena makanannya yang enak dan pelayanannya yang memuaskan, mungkin gw sudah hengkang dari sini. Tapi gw amat mendukung Geart, jadi gw biarka...
Part 21: The Legend of Cap van Elbaria (Day 2: get crazy)

Part 21: The Legend of Cap van Elbaria (Day 2: get crazy)

Belanda Trip
Helloww... I am almost crazy here, crazy becouse of bad weather and crazy of wierd situation. Can anybody help? Cuaca Buruk Cuaca di Dronten tempat Shooting Elbaria saat ini masih hujan, angin kencang dan benar-benar dingin. Cieee...shooting euy. Seperti lagi main pelem. Yea..., semua orang bermain dengan kostumnya dan ada tim EO yang mengambil foto dan video dibalik layar, tapi tidak untuk publikasi. Kostum petarung yang gw siapkan tidak cukup menahan angin nan dingin menusuk hingga tulang-tulang gw berteriak kedinginan. Geart bilang cuaca seperti ini baru pertama kali dalam hidupnya. Bukannya karena tidak pernah terjadi hujan dan angin dingin, tapi karena ini summer alias musim panas. Harusnya ini hari terbaik gw untuk berlibur. Situasi seperti ini hanya ada ada di winter (musim dingin...
Part 20: The Legend of Cap van Elbaria (Day 1: begin)

Part 20: The Legend of Cap van Elbaria (Day 1: begin)

Belanda Trip
Sebenarnya gw sempat bernjanji menghilang selama empat hari dan tidak bisa meng-update status Facebook ataupun curhatan gw ke dalam cerita tentang Belanda. Gw pikir, gw tidak akan bertemu sinyal dan jaringan internet di sini. Tapi, akhirnya gw kembali ke habitat. Ternyata cuaca di Dronten sangat tidak mendukung. Sebaliknya koneksi internet di hutan ini cukup baik. Mari kita belajar menulis lagi di tenda. Baiklah para pembaca, inilah situasi gw saat ini di Elbaria; celingak, celinguk, hak, hek, oohh, basah, bersin-bersin, kedinginan, sakit kepala, hidung mampet, dan akhirnya menyerah. Sungguh malu rasanya mengubur niat gw yang ingin menguasai Elbaria dalam empat hari dan membuat legenda Caprivhia, yang ternyata hanya menjadi seorang petarung yang nongol pas jam makan doang. :(( The Legend...
Part 19: Live Action Role Playing (LARP)

Part 19: Live Action Role Playing (LARP)

Belanda Trip
Setelah berkunjung ke rumah teman-teman Geart, gw mengetahui satu kebersamaan dari mereka yakni, sama-sama ikut dalam sebuah permainan live di sebuah klub. Mereka menjelaskan permainan, betapa serunya permainan tersebut dan menjelaskan karakter mereka masing-masing. Namun mereka menyayangkan kalau tahun ini Geart tidak bisa ikut event karena gw sedang berlibur ke Belanda dan bukan waktu yang tepat untuk mengabaikan gw selama empat hari. Eit, Anda salah mengenal saya! Di sela-sela perbincangan tersebut gw menyarankan Geart untuk ikut event dan gw akan dengan senang hati menemaninya. Bukankah kegiatan ini merupakan suatu hal yang membuat doi bahagia dalam hidupnya? Don’t let him miss it. Klub Akting LARP Klub ini tidak menyebut diri mereka sebagai klub akting. Tapi selama gw membahas topik