Belanda Trip

Part 18: Kejar Tayang Rotterdam – Den Haag

Part 18: Kejar Tayang Rotterdam – Den Haag

Belanda Trip
Sehubungan tidak banyak yang bisa di lihat di Rotterdam dan Den Haag, jadi gw mengunjungi dua kota besar ini dalam satu hari. Jarak antara Rotterdam dan Den Haag juga dekat. Tergantung transportasinya; bisa pakai kereta atau Metro (kereta cepat bawah tanah). Sayangnya, yang disebut Metro tidak sepenuhnya di bawah tanah. Kadang kala stasiunnya juga ada di atas tanah. Sayangnya lagi, yang disebut cepat itu menurut ukuran gw adalah kecepatan sang kancil yang lagi sakit perut. Soalnya, kereta biasa antar kota yang berjarak 1 - 3 jam perjalanan di Belanda, bergerak selambat kereka api ekonomi Jakarta-Depok. Tidak ada yang mengalahkan kecepatan kereta AC Pakuan Express di Jakarta yang bisa meniup rambut kita dari posisi lurus ke bawah menjadi lurus ke samping kalau lagi nunggu di stasiun. Metro...
Part 17: Jelajah Amsterdam

Part 17: Jelajah Amsterdam

Belanda Trip
Harusnya 'menjajah Amsterdam!' bukan menjelajah. Tapi gw tidak cukup kuat untuk menjadi pejuang perwakilan negara Indonesia tercinta demi merebut kembali kekayaan yang telah dirampas negara ini beberapa ratus tahun yang lalu. Ggrrr... Negara ini sungguh kaya sekarang, kotanya megah, mewah, bersih dan futuristik. sementara negara ini hanya bisa punya peternakan sapi, domba, sapi lagi, dan domba lagi, dan sapi... sekali kali mereka mengganti ladang rumput makanan sapi dengan tanaman jagung. itu pun bukan buat manusia, tapi untuk makanan babi. Sutralah, Merdeka!! Mari kita jelajah Amsterdam. Amsterdam inner city Inner city atau dalam kota atau pusat kota hanyalah sebagian kecil dari wilayah Amsterdam yang luas. Luasnya sangat tidak luas, karena jika menjelajah seputar Amsterdam tidak akan...
Part 16: Berkunjung ke kampung camer di Jorwerd

Part 16: Berkunjung ke kampung camer di Jorwerd

Belanda Trip
Jorwerd Church: Redbad Ini demi Ajeng yang menteror gw terusss "mana kelanjutan nyaaaa" akhirnya gw bela belain deh nulis di kereta dalam perjalanan menuju Rotterdam. muach to Ajeng. Menurut gw, part ini lebih seru dari part sebelumnya karena di hari gw jalan-jalan ke kampungnya camer; tempat kelahiran Geart, cuacanya sangat cerah, udaranya nggak dingin, angin nggak kencang, dan inilah summer sebenarnya. So, gw bisa ngeceng dan nggak harus pakai jaket terus karena kedinginan. Kalau orang Padang bilang, seperti dikulum baruak (dikelonin kera). Jorwert village Jorwerd dalam bahasa Fries disebut sebagai Jorwert. Biasanya nama daerah ini lebih dikenal orang dengan nama asli di provinsinya. Jorwert merupakan kota kecil yang disebut kampung, dengan penduduk kira-kira 320 orang. Desa nya keci...
Part 15: Memasak di Ultah Camer

Part 15: Memasak di Ultah Camer

Belanda Trip, Leeuwarden
  Camer gw yang laki merayakan ulang tahun yang ke 67 dan beliau mengundang semua anak dan pasangannya untuk makan malam di rumah. Sehubungan gw berada di sana, jadilah gw tawarkan untuk memasak masakan Indonesia. Well, demi tidak membuat pesta ulang tahun menjadi kacau, gw hanya menyiapkan cemilan dan sang camer yang hobi masak ini menyiapkan main course - nya; lasagna dan salad ikan salmon. Ayo tebak apa yang gw bikin? Goreng tempe! Masakan gw Kenapa goreng tempe? Karena tempe adalah cermin dari wajah Indonesia yakni murah dan merakyat. “so what gitu lho?” EGP (Emang Goreng Tempe) Rasanya tidak afdol kalau mereka hanya mencicipi goreng tempe, secara gw sudah berkoar-koar ke saudara-saudara lain kalau mereka akan mencicipi masakan Indonesia, dan ternyata itu hanya goreng tempe.
Part 13: Mencari Baterai HP dan Menonton Transformer 3 3D

Part 13: Mencari Baterai HP dan Menonton Transformer 3 3D

Belanda Trip, Leeuwarden
Mencari Baterai HP Hari ini berniat menonton di bioskop, namun sebelumnya gw sempatkan jalan-jalan sekitar kota untuk mencari baterai HP HTC gw di toko. Kegiatan ini sih sepele, toh gw juga nggak jadi beli karena harganya hampir limaratus ribu. Karena gw orang yang sangat detil dalam memperhatikan satu hal, makanya, hal sepele ini perlu juga gw ceritakan. Sewaktu memasuki toko yang menjual HP dan Aksesoris HP di pasar, gw langsung nyelonong ke depan etalase tempat pajangan HP supaya dekat dengan si empunya yang sedang duduk melayani pembeli di samping gw. Geart langsung memanggil dan menyuruh gw mundur. Ternyata ada satu konsumen lain yang sedang menunggu antrian dan berjarak satu lengan di belakang konsumen pertama. Gw tidak mengira yang di depan gw tadi adalah konsumen juga, gw pikir or...
Part 12: Berkenalan dengan Teman-Teman sang Pacar

Part 12: Berkenalan dengan Teman-Teman sang Pacar

Belanda Trip
Berkenalan alias dikenalkan kepada teman-teman dekat adalah misi wajib promosi seorang pacar. Alasan standar yang umum adalah supaya mereka saling kenal. Alasan lain adalah promosi, kebanggaan, minta dukungan, atau untuk pajangan. Nah, dengan alasan yang menurut gw standar, Geart membawa gw ke rumah dua pasang teman dekatnya yang tinggal satu kota dengan doi. Berkunjung ke rumah AA A dan A adalah inisial dari dua orang yang tidak ingin gw sebutkan namanya. Sepasang pengantin baru ini baru saja menikah tahun lalu dan Geart ikut ambil bagian menjadi tuan rumahnya. Masing-masing suami istri ini sudah menamatkan kuliah dan bekerja di perusahaan. Menurut gw, kedua orang ini tipenya serius dan cermat. Menurut Geart, doi sangat dekat dengan teman perempuannya ini, karena A adalah orang yang san...
Part 11: How to deal with European Camer

Part 11: How to deal with European Camer

Belanda Trip
Hayo tebak gimana caranya membina hubungan dengan camer Eropa? Jangankan pendekatan sama camer impor, pedekate sama camer lokal aja deg-degan, canggung, serba salah dan takut nggak direstui pada ujung kisah. Awalnya gw kira juga begitu, tapi yang paling penting adalah be your self. Jadilah dirimu sendiri dan dalami karakter orang dihadapanmu, hargai orang lain selayaknya kamu ingin dihargai. Apapun hasilnya, suka atau tidak suka adalah akibat dari penilaian atas personality gw, jadi tidak perlu dipaksakan. Enjoy aja! Camer Ibu: Camer gw yang perempuan ini adalah seorang psikolog, yang pekerjaan utamanya berhubungan dengan permasalahan di bidang pendidikan, baik permasalahan di sekolah, permasalahan mental, dan hal-hal lain terutama yang berkaitan dengan masalah anak-anak. Dan menurut cer...
Part 10: Melapor ke Alien Police

Part 10: Melapor ke Alien Police

Belanda Trip, Leeuwarden
stasiun Leeuwarden stasiun Leeuwarden   Woikk, dikira gw alien apa ya... masa lapornya harus ke kantor alien. Begitulah, setiap orang asing yang datang ke Belanda, dalam waktu 2 x 24 jam wajib lapor ke kepolisian setempat, di bagian Alien Police (vreemdelingenpolice at Politiebureau). Sebenarnya harus lapor dalam 2x24 jam, kebetulan gw datangnya pas weekend, jadi esoknya telpon dulu dan harus buat janji dulu sebelum berkunjung, jadilah gw dapat jadwal hari ini (hari kelima) Berangkat ke Alien Police Tidak disangka hari ini ternyata hujan dan anginnya kencang banget. Gw sih... mana tahan. Terpaksa gw persiapkan pakaian perang. Tiga lapis baju kaus plus tiga macam jaket, ditambah celana ledging di dalam celana jeans. Plus kaos kaki nylon titipin camer :) lengkap. siap berangkat. T...
Part 9: Mengunjungi Beppe dan Pake

Part 9: Mengunjungi Beppe dan Pake

Belanda Trip
Beppe dan Pake adalah sebutan untuk Oma dan Opa dalam bahasa Frysian. Gw diajak camer mengunjungi kedua kakek nenek Geart dari pihak papa ini ke Oosterwolde, sebuah kampung yang berjarak 1 jam dari ibukota provinsi Friesland. Gw masih ingat, kalau gw pernah mengirim greeting card kepada mereka dari Padang dan Geart berpesan tidak perlu menulis kata-kata atau ucapan apapun dalam bahasa Inggris atau Belanda, sehubungan mereka hanya bisa berbahasa Frysian. Akhirnya gw hanya menuliskan Groet van Indonesie. Pertemuan gw dengan Beppe dan Pake terasa agak canggung karena gw tidak bisa berkomunikasi langsung dengan mereka. Namanya saja orang sudah tua, apalagi kakek-kakek dan nenek-nenek yang sayang cucu, sambutan perjumpaan beliau dengan gw adalah ungkapan Moii... moii... moii...(artinya bagus a...
Part 8: Mengunjungi Fries Museum Leeuwarden

Part 8: Mengunjungi Fries Museum Leeuwarden

Belanda Trip, Leeuwarden
Musium adalah tempat wajib yang harus dikunjungi pelancong. Maka dengan undang-undang tersebut, gw selalu bersedia diajak ke musium yang menceritakan sejarah kota. Sebelum berangkat ke musium, kita sudah mengecek jam buka-tutup musium di website. Sesampainya di musium, Geart kecewa berat, justru bukan gw lho. Hal pertama yang kita temui di musium adalah galeri enam buah monitor komputer yang menampilkan ukuran kulit manusia yang berdenyut dengan zoom yang sangat besar, dan suara detak jantung. Gw tidak mengerti… Geart mencoba membaca keterangannya dalam bahasa Belanda, intinya adalah adanya kehidupan. Apaan tuh?! Beranjak dari galeri di basemen yang membosankan, kita menuju sisi kanan dan sisi kiri yang merupakan sebuah ruangan kecil seperti kamar mandi. Benar, ternyata sebuah monitor lag