Belanda Trip

Part 7: Hal Aneh Menurut Gw tentang Belanda

Part 7: Hal Aneh Menurut Gw tentang Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Anjing Disini lagi tren pelihara anjing, sampai-sampai harga anjing meningkat, dari ratusan ribu, hingga belasan juta, tergantung ras nya. Padahal tidak mudah lho pelihara anjing, dan kalau tidak dipelihara dengan baik bisa kena denda. Misalnya, kalau anjing mau buang kotoran di jalan. ya harus dibersihkan, kalau tidak, ketahuan pemerintah akan ditilang si yang punya karena merusak lingkungan. So pasti kena denda. Kalau orang yang punya takut kehilangan hewan peliharaannya, si hewan bisa diberi tanda pengenal dengan cara yang canggih, seperti chip komputer yang disisipkan ke tubuh hewan peliharaan tersebut. Nanti kalau hewannya hilang dan ditemukan pemerintah, bisa dipindai dan dikenal lewat komputer siapa pemiliknya. Toilet anjing Sehubungan dengan banyaknya anjing peliharaan, maka di jal...
Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Hal-hal berkesan yang gw perhatikan mengenai lingkungan dan negaranya adalah seperti berikut: Rumah Hampir semua rumah non permanen. maksudnya dinding doang yang tembok, kalau rumahnya bertingkat, itu terbuat dari kayu. Tapi walaupun dari bahan kayu, tetap aja mahal. Sewa apartemen yang murah tetap harganya jutaan kalau dihitung uang kita. Apartemen lantainya semen, tapi biasanya dilas lagi sama papan. Kalau rumah camer yang gw tempatin sekarang, semua lantai nya dialas karpet. Kalau mau masuk rumah, sendal atau sepatu nya dipakai aja. Sendal atau sepatu yang kita pakai dari luaran, dari ujung kulon sekalipun tetep dipakai terus sampai ke kamar tidur segala. Kalau dipikir, rumahnya pasti jorok dong. ternyata tidak, karena memang di Belanda nggak ada kotoran, sampah, debu, dan bersih dima...
Part 5: Kesan Pertama tentang Orang Belanda

Part 5: Kesan Pertama tentang Orang Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Tiga hari pertama gw masih belum bisa meraba keaslian orang-orang Belanda, dan menghapal jalan-jalan yang gw lalui. Namun ada beberapa hal yang pastinya nyangkut di hati dan pikiran gw karena hal tersebut berbeda dengan kehidupan gw sehari-hari di Indonesia. Misalnya hal-hal berikut: Ukuran tubuh Jangan kira orang Belanda semua segede bagong ya, (setahu gw Bagong dalam serial Petruk itu pendek dan gemuk). Nggak kok, sama seperti kita orang Indonesia. Di Belanda juga ada orang yang kecil, pendek, buntel, tinggi, kurus, singset, dll. Tambahannya; sebagian orang Belanda memang ada yang tinggi gede. Tinggi 180meter-an, gede 100kilo-an. Dan gw yang kecil ini nggak terlalu merasa minder. Toh baju hangatnya camer bisa dipasin ke gw. Bahasa sehari-hari Bahasa sehari-hari di Belanda adalah baha...

Part 4: Petualangan Dimulai

Belanda Trip, Leeuwarden
Selamat pagi Belanda! Senangnya bangun siang Gw melirik jam dinding di kamar dan ternyata masih terlalu pagi untuk bangun; 06.00. Biasanya gw malas bangun jam segini. Tapi sehubungan gw orang Indonesia yang rajin bangun siang, maka dengan melirik jam tangan gw yang menunjukkan pukul 11.00 siang, hati gw menjadi lega. Hari ini adalah hari pemulihan tenaga, hari bermalas-malasan dan… tiba-tiba gw tersadar ‘Ini Belanda cuy! Rugi kalau hanya molor di rumah’. Hasrat mandi-pagi gw langsung muncul, gw segera bangun dari tempat tidur dan berusaha mencari sesuap roti untuk makan siang. Sesuai dengan kebanggan makanan orang Belanda. Yes, roti! Menyusun rencana Rencana hari ini adalah mencari kartu telepon supaya gw bisa dihubungi oleh orang sekampung dan supaya gw juga bisa menggunakan internet d
Part 3: Hari Pertama di Belanda

Part 3: Hari Pertama di Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Cipika Cipiki Cipika (3C) Sebelum gw ke Belanda, Geart sudah titip pesan tata cara salam ala Belanda yang akan gw terima dari kedua orang tuanya, yakni 3C; cium pipi kanan, cium pipi kiri dan sekali lagi cium pipi kanan. Kalau sampai gw tidak melengkapi 3C, menurut doi, hal itu akan membuat malu orangtuanya. Karena gw sudah jauh-jauh hari menghapal cara tersebut, jadinya gw nggak lupa ketika bertemu dan berpelukan dengan sang camer. Sepertinya budaya ini tidak lazim diterapkan di Padang yang merupakan kota religius. Berbeda dengan Jakarta, saat gw terakhir di Jakarta berniat pulang ke Padang dan hendak berpisah dengan teman seperjuangan yang berwujud lelaki, gw tidak sungkan-sungkan cipika cipiki dan memeluknya erat. Jadi buat gw, budaya ini tidak melawan norma kehidupan gw. Justru yang m...
Part 2: Perjalanan Menuju Belanda

Part 2: Perjalanan Menuju Belanda

Belanda Trip
Tiket pesawat pilihan gw adalah Emirates, dengan jurusan Jakarta - Dubai, Dubai - Amsterdam. Keberangkatan yang gw pilih dari empat pilihan adalah berangkat selambat mungkin dari Jakarta dan sampai siangnya di Belanda. Demikian sebaliknya untuk tiket pulang ke Indonesia, gw pilih keberangkatan siang dari Schipol dan sampai di Soekarno Hatta juga siang hari. Karena gw tinggal di Padang, dengan demikian tiket keberangkatan yang gw beli harus dengan timing yang tepat dari Padang menuju Jakarta. Gw memperhitungkan lama tunggu seandainya terjadi delay dari Padang. Ada kemungkinan gw ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Belanda. So, dengan berat hati, gw berangkat sesegera mungkin dari Padang, dan rela menunggu enam jam ketimbang menanggung resiko kemungkinan pesawat dari Padang delay berjam-jam...
Part 1: Pengajuan Visa ke Belanda

Part 1: Pengajuan Visa ke Belanda

Belanda Trip, Travel info
1. Pengajuan Visa ke Belanda Berdasarkan rencana keberangkatan di bulan Juli 2011, dan menilik prosedur pembuatan visa di kedutaan Belanda dengan berbagai syaratnya, maka gw putuskan proses pembuatan visa di mulai tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan, yakni Mei 2011. Mei 2011: Persiapan dokumen Sesuai syarat pengajuan visa yang tercantum di website-nya, maka hal-hal yang gw persiapkan adalah sbb: • Meminta camer membuat surat undangan berbahasa Inggris yang isinya menerangkan alasan beliau mengundang, dasar hubungan gw dengan Geart dan hubungan gw dengan sang camer sebagai pengundang. • Meminta surat pernyataan garansi bahwa camer menjamin orang yang diundang dan menyebutkan akan bertanggung jawab atas keberadaan gw selama di Belanda. Surat garansi ini sudah tersedia dalam format
Part 24: Belanja-belanja buat oleh-oleh

Part 24: Belanja-belanja buat oleh-oleh

Belanda Trip, Leeuwarden
Inilah hukum pokok dan aturan wajib seorang pelancong, yakni belanja oleh-oleh. Punya duit atau tidak, gw wajib beli oleh-oleh. Berhubung gw nggak punya duit, maka oleh-olehnya ditakar dan diukur berdasarkan uang Indonesia. Misalnya… minimal mainan kunci atau tempelan kulkas, dan maksimal duaratus ribu. Hehehe… mau ngomong apa lo? “orang Padang pelit?” ini bukan pelit, tapi irit. Fashion big discount after season Hampir setiap akhir musim di Belanda, toko-toko mengadakan diskon besar-besaran. Misalnya musim panas berakhir, segala macam baju-baju tipis ala musim panas diobral-obralin. Atau musim dingin menjelang, segala baju-baju dingin dimurah-murahin. Hohoho… diskon melulu dong. Diskonnya juga nggak tanggung-tanggung. Di Belanda banyak barang-barang brand Eropa. Kalau mau belanja dan ma