Leeuwarden

Part 26: Goodbye Camer

Part 26: Goodbye Camer

Belanda Trip, Leeuwarden
Hari terakhir gw bersama camer adalah hari spesial buat camer. Camer minta dimasakin makanan Indonesia untuk dinner. Waduhhh... sebenarnya gw bingung mau masak apa. Takutnya dimasakin makanan Padang nanti gak suka. Camer gw anti cabe. Kalau dimasakin rendang beneran nanti kapok sama masakan gw, hari terakhir malah jadi petaka. Jadinya, gw janjikan masakan ala chef Via! Belanja dapur Pertama-tama belanja dulu ke toko Indonesia di kota (pasar). Maksud hati mau bikin rendang beneran dari bumbu mentah, sama dendeng non balado plus ayam ber bumbu. Mau beli jahe murni seuprit tigapuluh ribu, lengkuas seuprit tigapuluh ribu juga. Busyet deh, pada mahal semua. Semua daun-daun seperti daun salam, daun jeruk sih ada, tapi harganya selangit. Akhirnya kembali ke pengaturan awal; beli bumbu-jadi gili...
Part 15: Memasak di Ultah Camer

Part 15: Memasak di Ultah Camer

Belanda Trip, Leeuwarden
  Camer gw yang laki merayakan ulang tahun yang ke 67 dan beliau mengundang semua anak dan pasangannya untuk makan malam di rumah. Sehubungan gw berada di sana, jadilah gw tawarkan untuk memasak masakan Indonesia. Well, demi tidak membuat pesta ulang tahun menjadi kacau, gw hanya menyiapkan cemilan dan sang camer yang hobi masak ini menyiapkan main course - nya; lasagna dan salad ikan salmon. Ayo tebak apa yang gw bikin? Goreng tempe! Masakan gw Kenapa goreng tempe? Karena tempe adalah cermin dari wajah Indonesia yakni murah dan merakyat. “so what gitu lho?” EGP (Emang Goreng Tempe) Rasanya tidak afdol kalau mereka hanya mencicipi goreng tempe, secara gw sudah berkoar-koar ke saudara-saudara lain kalau mereka akan mencicipi masakan Indonesia, dan ternyata itu hanya goreng tempe.
Part 14: Dari Leeuwarden ke Groningen

Part 14: Dari Leeuwarden ke Groningen

Leeuwarden
  Leeuwarden Selama liburan ini, gw tinggal di Leeuwarden, sudah gw bilang kan? Leeuwarden adalah ibukota provinsi Friesland. Penduduknya sedikit dan agak sepi. Jika dibandingkan dengan Bogor yang juga kota kecil, atau Bukit tinggi yang dingin, gw rasa kedua kota di Indo ini masih lebih rame dari pada Leeuwarden. Pusat kota Leeuwarden hampir sama dengan pusat kota lainnya di Belanda. Di Padang, pusat kotanya adalah pasar raya Padang, nah di sini yang disebut pusat kota "kota" yakni pasar dan pusat pebelanjaan. Pusat kota di Leeuwarden sangat luas, dan isinya semua pusat perbelanjaan. Dari pangkal blok sampai satu kilometer ke ujung blok semua toko belanjaan. Mayoritas pakaian dan kosmetik, di selingi kafe. kalau gw perhatikan, tiga jenis toko ini yang paling banyak. Yaitu; toko fash...
Part 13: Mencari Baterai HP dan Menonton Transformer 3 3D

Part 13: Mencari Baterai HP dan Menonton Transformer 3 3D

Belanda Trip, Leeuwarden
Mencari Baterai HP Hari ini berniat menonton di bioskop, namun sebelumnya gw sempatkan jalan-jalan sekitar kota untuk mencari baterai HP HTC gw di toko. Kegiatan ini sih sepele, toh gw juga nggak jadi beli karena harganya hampir limaratus ribu. Karena gw orang yang sangat detil dalam memperhatikan satu hal, makanya, hal sepele ini perlu juga gw ceritakan. Sewaktu memasuki toko yang menjual HP dan Aksesoris HP di pasar, gw langsung nyelonong ke depan etalase tempat pajangan HP supaya dekat dengan si empunya yang sedang duduk melayani pembeli di samping gw. Geart langsung memanggil dan menyuruh gw mundur. Ternyata ada satu konsumen lain yang sedang menunggu antrian dan berjarak satu lengan di belakang konsumen pertama. Gw tidak mengira yang di depan gw tadi adalah konsumen juga, gw pikir or...
Part 10: Melapor ke Alien Police

Part 10: Melapor ke Alien Police

Belanda Trip, Leeuwarden
stasiun Leeuwarden stasiun Leeuwarden   Woikk, dikira gw alien apa ya... masa lapornya harus ke kantor alien. Begitulah, setiap orang asing yang datang ke Belanda, dalam waktu 2 x 24 jam wajib lapor ke kepolisian setempat, di bagian Alien Police (vreemdelingenpolice at Politiebureau). Sebenarnya harus lapor dalam 2x24 jam, kebetulan gw datangnya pas weekend, jadi esoknya telpon dulu dan harus buat janji dulu sebelum berkunjung, jadilah gw dapat jadwal hari ini (hari kelima) Berangkat ke Alien Police Tidak disangka hari ini ternyata hujan dan anginnya kencang banget. Gw sih... mana tahan. Terpaksa gw persiapkan pakaian perang. Tiga lapis baju kaus plus tiga macam jaket, ditambah celana ledging di dalam celana jeans. Plus kaos kaki nylon titipin camer :) lengkap. siap berangkat. T...
Part 8: Mengunjungi Fries Museum Leeuwarden

Part 8: Mengunjungi Fries Museum Leeuwarden

Belanda Trip, Leeuwarden
Musium adalah tempat wajib yang harus dikunjungi pelancong. Maka dengan undang-undang tersebut, gw selalu bersedia diajak ke musium yang menceritakan sejarah kota. Sebelum berangkat ke musium, kita sudah mengecek jam buka-tutup musium di website. Sesampainya di musium, Geart kecewa berat, justru bukan gw lho. Hal pertama yang kita temui di musium adalah galeri enam buah monitor komputer yang menampilkan ukuran kulit manusia yang berdenyut dengan zoom yang sangat besar, dan suara detak jantung. Gw tidak mengerti… Geart mencoba membaca keterangannya dalam bahasa Belanda, intinya adalah adanya kehidupan. Apaan tuh?! Beranjak dari galeri di basemen yang membosankan, kita menuju sisi kanan dan sisi kiri yang merupakan sebuah ruangan kecil seperti kamar mandi. Benar, ternyata sebuah monitor lag
Part 7: Hal Aneh Menurut Gw tentang Belanda

Part 7: Hal Aneh Menurut Gw tentang Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Anjing Disini lagi tren pelihara anjing, sampai-sampai harga anjing meningkat, dari ratusan ribu, hingga belasan juta, tergantung ras nya. Padahal tidak mudah lho pelihara anjing, dan kalau tidak dipelihara dengan baik bisa kena denda. Misalnya, kalau anjing mau buang kotoran di jalan. ya harus dibersihkan, kalau tidak, ketahuan pemerintah akan ditilang si yang punya karena merusak lingkungan. So pasti kena denda. Kalau orang yang punya takut kehilangan hewan peliharaannya, si hewan bisa diberi tanda pengenal dengan cara yang canggih, seperti chip komputer yang disisipkan ke tubuh hewan peliharaan tersebut. Nanti kalau hewannya hilang dan ditemukan pemerintah, bisa dipindai dan dikenal lewat komputer siapa pemiliknya. Toilet anjing Sehubungan dengan banyaknya anjing peliharaan, maka di jal...
Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Hal-hal berkesan yang gw perhatikan mengenai lingkungan dan negaranya adalah seperti berikut: Rumah Hampir semua rumah non permanen. maksudnya dinding doang yang tembok, kalau rumahnya bertingkat, itu terbuat dari kayu. Tapi walaupun dari bahan kayu, tetap aja mahal. Sewa apartemen yang murah tetap harganya jutaan kalau dihitung uang kita. Apartemen lantainya semen, tapi biasanya dilas lagi sama papan. Kalau rumah camer yang gw tempatin sekarang, semua lantai nya dialas karpet. Kalau mau masuk rumah, sendal atau sepatu nya dipakai aja. Sendal atau sepatu yang kita pakai dari luaran, dari ujung kulon sekalipun tetep dipakai terus sampai ke kamar tidur segala. Kalau dipikir, rumahnya pasti jorok dong. ternyata tidak, karena memang di Belanda nggak ada kotoran, sampah, debu, dan bersih dima...
Part 5: Kesan Pertama tentang Orang Belanda

Part 5: Kesan Pertama tentang Orang Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Tiga hari pertama gw masih belum bisa meraba keaslian orang-orang Belanda, dan menghapal jalan-jalan yang gw lalui. Namun ada beberapa hal yang pastinya nyangkut di hati dan pikiran gw karena hal tersebut berbeda dengan kehidupan gw sehari-hari di Indonesia. Misalnya hal-hal berikut: Ukuran tubuh Jangan kira orang Belanda semua segede bagong ya, (setahu gw Bagong dalam serial Petruk itu pendek dan gemuk). Nggak kok, sama seperti kita orang Indonesia. Di Belanda juga ada orang yang kecil, pendek, buntel, tinggi, kurus, singset, dll. Tambahannya; sebagian orang Belanda memang ada yang tinggi gede. Tinggi 180meter-an, gede 100kilo-an. Dan gw yang kecil ini nggak terlalu merasa minder. Toh baju hangatnya camer bisa dipasin ke gw. Bahasa sehari-hari Bahasa sehari-hari di Belanda adalah baha...

Part 4: Petualangan Dimulai

Belanda Trip, Leeuwarden
Selamat pagi Belanda! Senangnya bangun siang Gw melirik jam dinding di kamar dan ternyata masih terlalu pagi untuk bangun; 06.00. Biasanya gw malas bangun jam segini. Tapi sehubungan gw orang Indonesia yang rajin bangun siang, maka dengan melirik jam tangan gw yang menunjukkan pukul 11.00 siang, hati gw menjadi lega. Hari ini adalah hari pemulihan tenaga, hari bermalas-malasan dan… tiba-tiba gw tersadar ‘Ini Belanda cuy! Rugi kalau hanya molor di rumah’. Hasrat mandi-pagi gw langsung muncul, gw segera bangun dari tempat tidur dan berusaha mencari sesuap roti untuk makan siang. Sesuai dengan kebanggan makanan orang Belanda. Yes, roti! Menyusun rencana Rencana hari ini adalah mencari kartu telepon supaya gw bisa dihubungi oleh orang sekampung dan supaya gw juga bisa menggunakan internet d