Leeuwarden

Part 3: Hari Pertama di Belanda

Part 3: Hari Pertama di Belanda

Belanda Trip, Leeuwarden
Cipika Cipiki Cipika (3C) Sebelum gw ke Belanda, Geart sudah titip pesan tata cara salam ala Belanda yang akan gw terima dari kedua orang tuanya, yakni 3C; cium pipi kanan, cium pipi kiri dan sekali lagi cium pipi kanan. Kalau sampai gw tidak melengkapi 3C, menurut doi, hal itu akan membuat malu orangtuanya. Karena gw sudah jauh-jauh hari menghapal cara tersebut, jadinya gw nggak lupa ketika bertemu dan berpelukan dengan sang camer. Sepertinya budaya ini tidak lazim diterapkan di Padang yang merupakan kota religius. Berbeda dengan Jakarta, saat gw terakhir di Jakarta berniat pulang ke Padang dan hendak berpisah dengan teman seperjuangan yang berwujud lelaki, gw tidak sungkan-sungkan cipika cipiki dan memeluknya erat. Jadi buat gw, budaya ini tidak melawan norma kehidupan gw. Justru yang m...
Part 24: Belanja-belanja buat oleh-oleh

Part 24: Belanja-belanja buat oleh-oleh

Belanda Trip, Leeuwarden
Inilah hukum pokok dan aturan wajib seorang pelancong, yakni belanja oleh-oleh. Punya duit atau tidak, gw wajib beli oleh-oleh. Berhubung gw nggak punya duit, maka oleh-olehnya ditakar dan diukur berdasarkan uang Indonesia. Misalnya… minimal mainan kunci atau tempelan kulkas, dan maksimal duaratus ribu. Hehehe… mau ngomong apa lo? “orang Padang pelit?” ini bukan pelit, tapi irit. Fashion big discount after season Hampir setiap akhir musim di Belanda, toko-toko mengadakan diskon besar-besaran. Misalnya musim panas berakhir, segala macam baju-baju tipis ala musim panas diobral-obralin. Atau musim dingin menjelang, segala baju-baju dingin dimurah-murahin. Hohoho… diskon melulu dong. Diskonnya juga nggak tanggung-tanggung. Di Belanda banyak barang-barang brand Eropa. Kalau mau belanja dan ma