Part 17: Jelajah Amsterdam

Harusnya ‘menjajah Amsterdam!’ bukan menjelajah. Tapi gw tidak cukup kuat untuk menjadi pejuang perwakilan negara Indonesia tercinta demi merebut kembali kekayaan yang telah dirampas negara ini beberapa ratus tahun yang lalu. Ggrrr… Negara ini sungguh kaya sekarang, kotanya megah, mewah, bersih dan futuristik. sementara negara ini hanya bisa punya peternakan sapi, domba, sapi lagi, dan domba lagi, dan sapi… sekali kali mereka mengganti ladang rumput makanan sapi dengan tanaman jagung. itu pun bukan buat manusia, tapi untuk makanan babi.

Sutralah, Merdeka!!

Mari kita jelajah Amsterdam.

Amsterdam inner city

Inner city atau dalam kota atau pusat kota hanyalah sebagian kecil dari wilayah Amsterdam yang luas. Luasnya sangat tidak luas, karena jika menjelajah seputar Amsterdam tidak akan memakan waktu lebih dari 2 jam, tapi berkeliling pusat kota dan melihat berbagai gedung bersejarah bisa menghabiskan waktu seharian. Hampir semua gedung di sini bersejarah. Menurut penglihatan gw, Amsterdam adalah salah satu kota bersejarah dunia atau kota musium. Bukan saja musium tentang perang dunia kedua, tapi juga ada musium tas, boneka, fashion dan mode, fotografi, dll yang semuanya itu terinterpretasi dari gedung-gedung yang ada di Amsterdam.

Musium Anne Frank

Dari sekian banyak musium yang ada di Amsterdam, ada satu musium wajib yang dikunjungi banyak wisatawan yaitu Anne Frank House. Anne adalah seorang gadis 13 tahunan yang membuat diary tentang persembunyian keluarganya di balik kamar tersembunyi dibalik sebuah pintu rak buku pada tahun 1940an. Pada masa tersebut ada pembantaian besar-besaran di Belanda oleh rezim Nazi terhadap para Yahudi. Anne membuat diary ketika masih hidup dan bercita-cita mnenjadi jurnalis. Namun sayangnya Anne meninggal karena sakit tipus pada masa penampungan. Semua keluarganya meninggal kecuali sang ayah yang sanggup bertahan hidup dan berkesempatan menerbitkan diary Anne setelah anaknya meninggal. Kini diary Anne sudah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa di dunia. Selain itu juga ada yayasan Anne frank. Sisanya silahkan baca wikipedia. Gw sempat melihat musium, berfoto dan menonton video tentang Anne di dalam musium. Tapi untuk masuk ke dalam musium di hari bukan weekend itu, gw harus antri dua jam.

READ  Part 1: Pengajuan Visa ke Belanda

Satu jam Water Trip

Amsterdam adalah daerah perairan. saking banyaknya air dimana-mana, akhirnya dibuat kanal yang jumlah nya seratus lebih, dengan ukuran yang lebar dan kedalaman yang bisa menahan sebuah kapal muatan besar. Ini juga salah satu alasan pemerintah untuk menyelamatkan wilayah Amsterdam dari bencana banjir. Belajar dari banjir banjir tahunan, akhirnya dibuatlah pengairan yang baik dan bebas sampah. Sepanjang Water Trip dengan boat ini, sebenarnya dijelaskan gedung ini itu kanan kiri tentang apa dan dibangun tahun berapa. Berhubung gw sibuk foto foto, jadi nggak mudeng denger pidato guidenya. Habis, guidenya bicara satu arah, tidak bisa ditanya dan disuruh mengulang. Soalnya yang ngomong si komputer pakai speaker. :p

Sepanjang perjalanan water trip dari kanal hingga laut lepas, gw melihat begitu banyak hal yang belum diceritakan oleh gedung yang diam dan budaya yang tersembunyi dari Belanda. Misalnya rumah kapal. Rumah kapal adalah sebuah rumah yang dibangun berbentuk kapal dan bersandar di pinggir kanal. Ukuran rumah kapal ini ada yang besar dan kecil. Ada rumah kapal yang sama sekali tidak menyentuh pinggir kanal, dan si penghuni langsung menggunakan sampan kecilnya untuk bertransportasi kemana-mana. Di kanal ini gw juga melihat tukang es krim yang lagi tutup. Katanya kalau hari libur besar dan ramai barulah menjajakan es krim nya muter-muter kanal dengan kapal tersebut. Masih dari kapal wisata air, si pemandu menunjuk sebuah rumah yang sangat kecil. Tepatnya sebuah apartemen berukuran 1 meter kalau dilihat dari depan. Inilah apartemen terkecil di Belanda. Asal usul apartemen ini adalah, untuk memanfaatkan celah kosong antara blok apartemen yang kanan dengan yang kiri, yang kemudian dijadikan apartemen mini dua lantai. Hal unik lainnya adalah bentuk sebuah kapal wisata air yang mirip dengan sebuah bus yang hampir tenggelam di dalam air. Waduh, sayangnya gw nggak bisa mengambil foto kapal tersebut, karena kapal yang gw tumpangi dan kapal bus itu bersebrangan dan melaju kencang. Rugi deh…

Amsterdam city:

READ  Part 7: Hal Aneh Menurut Gw tentang Belanda
some apartments  in Amsterdam

kemana-mana ada kanal.

canal is everywhere
Westerkerk: the largest protestant church of Holland

gereja

Amsterdam city
Tourists in a group

Salah satu grup travel dengan pemandu wisata nya.

Madame Tussaud Amsterdam
Street Musician in Amsterdam city

Musisi jalanan. musiknya keren banget kayak konser rock. liat dong tempat narok duitnya..  toilet wc.

Ini musium boneka yang mirip banget dengan makhluk hidup nya. Gw gak mau lagi ngantri lama-lama, jadi gak masuk deh ke sini.

antrian masuk ke musium Anne Frank

Terjemahan diary Anne ke beberapa bahasa.

water trip ticket counter in Amsterdam

Saking luasnya air, sebagian warga Amsterdam membuat kapal rumah (boat house) dan tinggal di kapal rumah sampai bertahun-tahun. saluran pipa gas dan listrik tersedia juga untuk boat house ini di sepanjang pinggir kanal.

house bout along canal
Amsterdam Harbour

Pelabuhan di amsterdam ke berbagai negara.

Salah satu kapal wisata di Amsterdam

Belakang stasiun Amsterdam tersambung dengan pelabuhan laut.

Train Station Amsterdam
Facebook Comments

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.