Part 18: Kejar Tayang Rotterdam – Den Haag

Sehubungan tidak banyak yang bisa di lihat di Rotterdam dan Den Haag, jadi gw mengunjungi dua kota besar ini dalam satu hari. Jarak antara Rotterdam dan Den Haag juga dekat. Tergantung transportasinya; bisa pakai kereta atau Metro (kereta cepat bawah tanah). Sayangnya, yang disebut Metro tidak sepenuhnya di bawah tanah. Kadang kala stasiunnya juga ada di atas tanah. Sayangnya lagi, yang disebut cepat itu menurut ukuran gw adalah kecepatan sang kancil yang lagi sakit perut. Soalnya, kereta biasa antar kota yang berjarak 1 – 3 jam perjalanan di Belanda, bergerak selambat kereka api ekonomi Jakarta-Depok. Tidak ada yang mengalahkan kecepatan kereta AC Pakuan Express di Jakarta yang bisa meniup rambut kita dari posisi lurus ke bawah menjadi lurus ke samping kalau lagi nunggu di stasiun.

Metro

Metro adalah kereta bawah tanah yang kelihatannya futuristik. Mau turun tangga eskalator ke bawah aja rasanya udah wow. Soalnya, eskalatornya efektif dan tidak statis. Gw masuk ke Metro dari salah satu stasiun di Rotterdam. Jadi tidak dijamin semua stasiun secanggih ini. Di stasiun Metro Rotterdam, masuk ke stasiun langsung scan kartu langganan, baru pintunya terbuka otomatis. Ketika mau turun ke terowongan, eskalatornya mengarah turun. Setelah mengantar penumpang, eskalatornya berhenti lagi. Kalau gw mau naik di eskalator itu lagi, eskalatornya mendeteksi penumpang melangkah naik, jadi eskalatornya bisa arah naik bisa turun. Begitulah kerjaan gw dan Geart, naik turun naik turun hanya buat ambil gambar dan tes-tes kamera.

Kereta Metro pun juga canggih. Terdapat CCTV di kereta yang memonitor aktivitas dalam kereta. Pada masing-masing kereta ada layar info pemberhentian stasiun kereta dan peta yang jelas, begitu juga dengan stasiun Metro.

Den Haag

Den Haag adalah pusat pemerintahan negara Belanda, tempat gedung parlemen, para politisi menetap, dan istana ratu Belanda serta keluarganya. Istana kerajaan juga ada di kota lain, tapi aktivitas kerajaan letaknya di Den Haag. Sudah tahu kalau dulunya Belanda adalah kerajaan? dan sampai sekarang masih kerajaan, tapi kerajaannya tidak difungsikan penuh seperti kerajaan Inggris. Di Belanda ratunya hanya disuruh duduk manis dan nggak usah mikir. Kalau urusan negara diatur oleh parlemen. Kalau nanti ada peresmian gedung baru, ratunya yang diminta buat potong pita dan menandatangani peresmian gedung. Ada beberapa hari libur resmi juga yang berhubungan dengan kerajaan, misalnya merayakan hari lahir sang ratu.

READ  Wisata Malaga 2 - Pusat Shopping Larios

Sebagai pusat pemerintahan, Den Haag tidak terlalu banyak dikunjungi para wisatawan seperti kota Amsterdam. Di Den Haag juga tidak banyak musium. Jadi tidak banyak yang bisa gw ceritakan tentang Den Haag, gedung-gedung juga bentuknya masih sama. Gw bilang seperti jaman kolonial. Gedung dibangun ratusan tahun yang lalu dan dinding batu bata nya tahan banting empat musim berganti hingga sekarang. Namun sebagian wilayah juga terlihat modern. Silahkan lihat sendiri foto-foto nya. Satu hal yang beda di Den Haag buat gw adalah transportasi dalam kota. Gw sempat naik Tram, sejenis bus yang dimotori kereta listrik dan jalur rel.
Tram

Tram atau bus kereta mirip aturannya dengan busway di Indonesia. Tram berhenti hanya di stasiun. Setiap kita mau naik, kita harus scan kartu sendiri di dekat pintu masuk di dalam Tram. Di stasiun Tram, ada info yang menjelaskan bahwa nomor Tram sekian arahnya kemana. Jadi kalau mau pakai Tram, jangan asal naik aja, dibaca dulu nomor dan jalurnya. Bisanya juga dibedain dengan warna busnya. Penumpang di Tram kadang juga nggak semuanya dapat tempat duduk, kadang juga sumpek. Dan buat yang berdiri, ada senderan yang mirip tempat duduk yang dipasang dengan posisi miring untuk penumpang yang berdiri.

Rotterdam

Rotterdam adalah kota baru yang di bangun ulang sejak pemboman tahun 50an. Bom tersebut benar-benar menghancurkan kota Rotterdam dan terlihat gedung-gedung baru yang di bangun tidak mencirikan Belanda lagi. Gedung-gedung nya seperti gedung-gedung Jakarta; gedung kaca. Gw tidak terlalu tertarik mengambil foto gedung ini, justru Geart yang lebih antusias karena menurutnya ini keren :P. Lucu ya…

READ  Part 4: Petualangan Dimulai

Rotterdam terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Sama seperti Groningen, Rotterdam memiliki pusat belanja yang luas banget. mallnya banyak, branded shop bertaburan. Toko Fashion membanjir. Sudah lebay kah gw? tapi emang begitu, Rotterdam is better for shopping dibanding Amsterdam. Kalau Amsterdam kemahalan, karena sudah tahu yang bakal belanja turis semua. Di Amsterdam juga banyak toko souvenir. Jadi kalau mau irit, belanja di Rotterdam, kalau mau cari oleh-oleh, banyak di Amsterdam city. Ogah deh, muaaahhhaaall.

Netherlands Fotomuseum Rotterdam

Di Rotterdam, gw menyempatkan diri mengunjungi musium foto. Sehubungan Geart senang fotografi, jadinya dia nggak keberatan bayar tiket masuk mahal šŸ˜› (soalnya gw keberatanā€¦). Musium ini memajang beberapa seri foto dari fotografer ternama. Ada satu ruangan galeri foto yang berjudul ā€œHappinessā€ alias kebahagian, dan lokasi foto adalah tempat wisata di beberapa negara. Yang gw nggak mengerti, kenapa foto maha karya orang terkenal wujudnya hanya foto standar. Ditambah lagi objek lokasi yang gw kenal dan sang model yang gratisan. Ada beberapa foto yang diambil di Dufan ā€“ Ancol dan modelnya adalah satu keluarga lengkap; ayah – ibu – anak, dari kelas menengah kebawah yang berfoto berdiri seperti di studio menatap ke kamera. Ada lagi objek foto di Ancol dimana dua sejoli lagi berpacaran, masih ABG dan lagi ketawa ngakak dan yang ini sepertinya ā€˜hiddenā€™. Please dehā€¦ jauh-jauh ke Belanda masuk pameran foto dapatnya begitu. Untungnya, ada satu ruangan yang agak futuristic, yaitu menjelaskan bagaimana cara mencetak foto diruangan gelap (dark room). Ini bukan penjelasan manual. Kita bisa pura-pura mencetak foto dengan meletakkan satu plat putih dalam sebuah box, dan box tersebut seolah direndam dalam air dan menciptakan sebuah gambar. Kronologisnya begini; ada plat putih di rak, kita ambil, kita taruh dalam box yang berukuran sama dengan plat tersebut kira-kira 50 x 30 cm. Setelah ditaruh, plat akan tersinar lampu inframerah dari atas dan muncullah gambar yang kinerjanya mirip layar tancap. Gambar tersebut bukan hanya sekedar gambar tercetak, tapi video sejarah foto yang dimulai dengan genangan air, seolah kita sedang mencuci foto di ruangan gelap di studio foto. Ada beberapa spot untuk meletakkan plat. Spot dengan lampu sorot tersebut mengenai sejarah foto seperti warna cetak foto, sejarah foto pertama, sejarah seri foto perang, sejarah seri foto di Belanda, dll. Kurang lebih 25 spot yang bisa dipilih dalam bahasa Inggris atau Belanda. Ini cukup seruā€¦

 

READ  Part 5: Kesan Pertama tentang Orang Belanda

Metro

Escalator at Metro

Eskalator metro di stasiun metro Rotterdam

Metro Station at Rotterdam

 

Metro Station at Den Haag

 

Metro

 

CCTV monitor

 

CCTV Monitor

Den Haag:

Den Haag Centraal

 

 

 

Path nearby Den Haag Train Station

 

Path nearby Den Haag Train Station

 

 

Somewhere nearby open air cafe

 

in the city of Den Haag

 

 

Maurits Palace

 

Palace in Den Haag

 

at cafe

 

Tram:

 

jenis dan variasi Tram

Tram

 

side seat in Tram

buat yang nggak dapet tempat duduk di tram, bisa berdiri nyender di kursi nyamping ini.

Rotterdam:

 

 

 

Shopping Center at Train Station

shopping mall sekitar stasiun

 

Rotterdam to New York Harbour

salah satu pelabuhan di Rotterdam yang berangkat langsung ke New York

 

Facebook Comments

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.