LELAKI KU BULE BELANDA (true story) Chapter 2: si Buta dari Gua Hantu

A. Si buta dari gua hantu.

Menjadi orang buta itu sulit. Dunia begitu kelam, alam tidak bersahabat, semua warna cuma bisa di terka, semua rasa hanya milik sendiri, orang lain tidak pernah tau apa yang sedang kau lihat tanpa inderamu. Tetapi, menjadi buta karena cinta itu adalah anugrah. Catat ya, ANUGRAH, bukan salah kaprah! Inilah yang saya rasakan. Dimana orang-orang berfikir saya sudah gila, buta akan cinta, bagai pungguk merindukan bulan, depresi karena nggak laku, cerita yang mengada-ada, dan sebagainya dan sebagainya yang membuat saya ingin menjahit mulut orang-orang yang seenaknya menghakimi saya. Semua tantangan ini membuat saya semakin kuat, dan saya berjanji akan menampar mulut-mulut manusia ini sampai ternganga dengan kesuksesan hubungan saya.

Tahun 2009 merupakan tahun cemerlang karena si bule yang mahasiswa ini bisa datang ke Indonesia dua kali dalam setahun. Ini bukan karena rasa cinta belaka, tetapi ‘pembuktian perjuangan cinta!’ Kenapa??? Karena di sini, saya merasa sangat menderita, saya harus menahan sindiran dan ketidakpercayaan orang-orang kepada saya. Namun, sang Arjuna selalu menguatkan jiwa. Dan Arjuna berkata… “Mari kita buktikan kepada mereka, bahwa mereka salah!” Yup, kami adalah pejuang. Pejuang kebenaran akan cinta, kami akan membuat hal yang kalian sangsikan ini menjadi tontonan cerita yang benar-benar ada di muka bumi ini. Kami lah orangnya, yang mana ini bukan kisah Cinderela si cantik jelita, tetapi si wanita tua yang kere dengan si pangeran muda ganteng yang kaya raya.

Demikianlah kami membuat semua ini nyata, bahwa hubungan ini ada. Komunikasi kami berlanjut. Pertemuan pun terlaksana lagi dan lagi. Pada kedatangannya ke Indonesia kali ini, saya membawanya ke kampung nenek saya. Saya tunjukkan ini tanah kelahiran saya, saya lahir di rumah ini puluhan tahun lalu. Saya orang Pariaman! Cik Uniang! Yang mana budayanya harus membeli suami. Yang mana dulunya si orang tua harus bersusah payah mengumpulkan uang untuk membeli si juragan kera tukang panjat kelapa dengan harga paling mahal. Yang mana dalam keturunannya akan mewarisi suku dari ibu. Yang mana perempuan-perempuannya adalah wanita perkasa. Yang mana dimana-mana orang kampung kami meraja lela. Merantau ke seluruh Indonesia dan membuat lapak dimana-mana. Demikianlah saya, budaya saya, karakter yang melekat dalam diri saya, yang nantinya akan saya bawa dalam hubungan ini.

READ  Lelakiku Bule Belanda Chapter 2b (True Story): Tantangan Akhir Tahun

Apa yang engkau punya, itulah yang akan dijual. Apa yang engkau jual, itulah yang akan dibeli. Jangan berfikir saya sedang menjajakan fisik dengan muka yang mengkerut, dengan rambut yang seperti ijuk. Bahkan setelah setahun berusaha memperbaiki penampilan pun saya tidak berhasil merubah ijuk menjadi sutra. Apa mau dikata… Untunglah saya tidak menjual fisik. Tetapi, saya menjual kisah, menjual perjuangan, menjual kasih sayang, menjual pengorbanan, menjual kecerdasan, dan menjual semua isi kepala dan isi hati untuk memenangkan hati sang Arjuna. Dan dengan inilah, dua kali kedatangan Geart ke Indonesia membuatnya yakin bahwa, sayalah orang yang tepat. Saya lah orang yang mau berada di sisinya ketika susah. Saya lah yang menenangkan jiwanya ketika gundah. Saya lah wanita yang tidak menambah hatinya resah. Saya lah yang ingin dibahagiakannya jika nanti dia punya segalanya. Sedapppp…. Dan akhirnya, saya pun bertanya “Apa Kau mau menikahi ku?”

IMG_1602

 

Bersambung….
Ditunggu 100 likes, baru nulis kelanjutannya lagi. Jangan lupa LIKE and SHARE nya ya 🙂

Pesan saya,
—— untuk wanita yang sedang dilema dan dimabuk cinta 🙂 semangat!!!! ——–

 

Facebook Comments

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.