Part 19: Live Action Role Playing (LARP)

Setelah berkunjung ke rumah teman-teman Geart, gw mengetahui satu kebersamaan dari mereka yakni, sama-sama ikut dalam sebuah permainan live di sebuah klub. Mereka menjelaskan permainan, betapa serunya permainan tersebut dan menjelaskan karakter mereka masing-masing. Namun mereka menyayangkan kalau tahun ini Geart tidak bisa ikut event karena gw sedang berlibur ke Belanda dan bukan waktu yang tepat untuk mengabaikan gw selama empat hari. Eit, Anda salah mengenal saya! Di sela-sela perbincangan tersebut gw menyarankan Geart untuk ikut event dan gw akan dengan senang hati menemaninya. Bukankah kegiatan ini merupakan suatu hal yang membuat doi bahagia dalam hidupnya? Don’t let him miss it.

Klub Akting LARP

Klub ini tidak menyebut diri mereka sebagai klub akting. Tapi selama gw membahas topik ini bertahun-tahun dengan Geart, kita menyebutnya Klub Akting saja. Mereka menyebutnya LARP. LARP tidak hanya ada di Belanda, di negara lain benua Eropa juga sudah banyak yang menggelar permainan ini. Di benua Amerika juga ada. Geart sudah mengikuti klub tidak terikat ini selama sembilan tahun sejak doi masih sekolah. Klub ini tidak mewajibkan pesertanya menjadi anggota apalagi untuk pertama kali ikut bermain. Namun sepertinya peserta sudah otomatis mendaftarkan diri menjadi anggota. Iuran tahunannya juga murah baget. Walaupun eventnya digelar setiap tahun, setiap orang tidak wajib ikut, dan bebas ikut di event kapan saja. Pada setiap event yang diikuti harus membayar biaya operasional sekitar tujuhratus ribuan untuk empat hari. Tema permainan selalu mengambil abad lalu dan kali ini event berlokasi di Dronten.

Menjahit kostum sendiri

Hari ini Geart lagi menyelesaikan tugas harian nya yaitu menjahit kostum akting gw. Hehehe, siapa suruh ngajak gw ikutan main di permainan ini. Tadi kan gw hanya menyarankan supaya doi ikut, sebaliknya malah doi mengajak gw ikutan.

READ  Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

Sebenarnya doi sudah menjahit sejak kemaren-kemaren, tapi sehubungan doi bukan tukang jahit, dan mengerjakan sesuatu sendiri itu sudah biasa di negaranya, jadilah doi menjahit kostum gw sendirian selama hampir empat hari di sela-sela waktu luang sepulang dari jalan-jalan. Kalau hanya sekedar baju biasa untuk gw sih sepertinya nggak rumit, tapi kostum ini berlapis-lapis dengan berbagai detail. Kebetulan karakter yang gw pilih adalah petarung, jadi baju gw seenggak-enggaknya mirip kostum Xena yang di serial Hercules. hihihi… lucu nggak ya… jangan-jangan gw di sana ketawa mulu.

Gw nggak mengerti kostum, tapi mengerti menjahit baju. Geart orang nya perfeksionis. Gw sudah bantu menjahit kostumnya, tapi tidak sempurna. Model dan hasil akhirnya diutak atik lagi sama doi berlang-ulang. Jadinya kerjaan gw sia-sia, padahal sejarah keluarga gw kan keturunan tukang jahit. Bangga.com

Karakter dalam Elbaria Live Role Play

Untuk kali ini temanya adalah zaman kerajaan Elbaria. Untuk tema ini, gw sudah memilih salah satu karakter yang gw inginkan dan yang nantinya akan gw perankan selama empat hari. Karena gw senang menjadi wanita tangguh, jadi gw memilih menjadi petarung wanita. Gw pun harus memiliki nama sendiri. Sehubungan Geart nggak mau gw mati mendadak tiga menit gara-gara kalah bertarung, Geart rela memilih karakter sebagai tabibnya selama empat hari. Hehehe… rugi dong gw, kan bayarnya buat empat hari, masak dua menit udah KO. Doakan gw sukses ya… Semoga tidak mempermalukan Geart dan mempermalukan Indonesia. Merdeka!!

 

 ada foto geart di head image web nya.
Elbaria Acting Game
Facebook Comments

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.