Part 10: Melapor ke Alien Police

stasiun Leeuwarden

stasiun Leeuwarden

 

Woikk, dikira gw alien apa ya… masa lapornya harus ke kantor alien. Begitulah, setiap orang asing yang datang ke Belanda, dalam waktu 2 x 24 jam wajib lapor ke kepolisian setempat, di bagian Alien Police (vreemdelingenpolice at Politiebureau). Sebenarnya harus lapor dalam 2×24 jam, kebetulan gw datangnya pas weekend, jadi esoknya telpon dulu dan harus buat janji dulu sebelum berkunjung, jadilah gw dapat jadwal hari ini (hari kelima)

Berangkat ke Alien Police

Tidak disangka hari ini ternyata hujan dan anginnya kencang banget. Gw sih… mana tahan. Terpaksa gw persiapkan pakaian perang. Tiga lapis baju kaus plus tiga macam jaket, ditambah celana ledging di dalam celana jeans. Plus kaos kaki nylon titipin camer 🙂 lengkap. siap berangkat.

Transportasi

Karena jarak yang cukup jauh dari rumah dan cuaca lagi hujan angin, makanya Geart memutuskan naik bus. sebenarnya itu keputusan bagus ketimbang mengayuh sepeda 3 km dan pantat gw bisa bonyok kalau duduk di belakang sadel yang bahannya besi semua. Udah gitu kaki gw bisa kram karena nggak ada tempat buat naruh kakinya. huffft (pinjam kalimat anak abg) capee dehh. Tapi ternyata, itu juga keputusan nggak bangus. Gw harus jalan kaki menuju halte bus berhujan-hujan ria, nunggu di halte yang nggak ada tempat duduknya, dan pas masuk bus, ternyata tiket/ongkosnya mahal banget. Kita mesti bayar tigapuluh ribu per orang untuk menuju stasiun bus yang besar untuk menyambung bus selanjutnya. Itupun hanya jarak 3 km; wah… gedek laki gw bisa bangkrut. Mending naik taxi kali… udah gitu gw kebelet pipis gara-gara dingin. mana tahan…

READ  Part 6: Kesan Pertama Melihat Negara Belanda

WC stasiun

Ayo tebak, ada apa di WC stasiun? Kebayang kan gimana toilet umum di Indonesia? Gw sebenarnya mikir dua kali mau pipis di stasiun. Stasiun bus di sini nyambung sama stasiun kereta. Gw pikir, palingan bayar 2000 buat wc umum. Kira-kira 1 sen kali… tahu-tahunya, toliet yang bermerek WC tersebut – toilet canggih dan higienis yang berukuran kira2 1,5m X 1,5 m yang pintunya dari baja – kalau mau masuk toilet harus nelpon ke nomor tertentu semisal 060809, terus pulsa HP dipotong SEPULUH RIBU, heeehh??? buat pipis 10rb? dan ciesss… pintu terbuka, keterangan nya; dalam waktu 15 menit pintu akan terkunci otomatis, alias ‘kencing jangan pakai lama!‘. Toilet tersebut isinya hanya sebuah toilet duduk stainless dan tempat cuci tangan stainless juga. nggak ada kaca buat dandan. bluehhh… apaan nih??? toilet masa depan??? canggih tapi bikin pipis gw nggak lurus.

Zona merokok

Sambil menunggu bus dan melihat sekitar, gw tersepona dengan kumpulan orang yang sedang merokok dan buang puntung rokok di satu tempat sampai menumpuk. Ternyata, orang-orang yang merokok di stasiun ini berada dalam lingkaran merah Zona Merokok. jadi kalau mau merokok, hanya diperbolehkan dalam lingkaran tersebut dan puntung rokok dibuang di tengahnya dekat lubang ke arah selokan. Kalau merokok di luar zona merokok sepanjang stasiun, maka akan kena tilang. Tilang lagi… tilang lagi…

Diantar camer

Camer gw yang baik hati, perhatian dan pantang menyerah pedekate ma gw ini 😀 tiba-tiba nelpon nawarin ‘nganter ke Alien Police. Sipp, jadilah kita nunggu beberapa menit di stasiun. Pakaian gw masih lengkap laksana mau ke kutub utara. Pada saat mobil camer datang, gw masuk ke dalam mobil yang hangat… yang bikin gw lega beberapa menit, tapi hukkkkk, gw tercekat, tidak bisa bernafas… tersedak! Ternyata mobil yang di Indonesia biasa pakai AC, di sini biasa pakai heater, jadinya hangat dan gw bukan saja kepanasan, tapi serasa shock climate, kaget karena perubahan cuaca dingin banget di luar dan panas banget di dalam. Badan serasa menguap dan tercekik. iya lah… enam lapis. Makanya… satu persatu baju gw yang enam lapis tadi gw lepas… haaaa… lega.

READ  Part 16: Berkunjung ke kampung camer di Jorwerd

Alien Police

Camer mengantar gw dan Geart sampai ke tujuan dan camer menunggu di parkiran. padahal itu jam kerja dia lho, bela-belain ninggalin kantor. Hihihihi… siapa suruh ngefans ma gw. Ge er. Sambil duduk menunggu di ruangan yang juga hangat, kita minum kopi nescafe gratis… dan pada saat lagi mau ambil minum, pak polisinya memanggil. Di sini orang-orang lebih ramah dan murah senyum lho… kita ditungguin sampai selesai ambil kopinya dan ditemani sampai bawa kopinya ke dalam. Sebelum ke sini, gw sudah harus bawa undangan dari mereka yang dialamatkan ke rumah camer sebelum gw datang ke Belanda. Dan berbekal undangan tersebut, paspor serta dokumen visa lainnya, gw melaporkan keberadaan gw sebagai orang asing di wilayah setempat. Pak polisinya memberikan stiker di paspor secara GRATIS, nggak pakai tips seperti di I***, dan sebuah kartu pos yang harus diberikan di Custom airport Amsterdam ketika gw mau naik pesawat kembali ke Indonesia. Kartu pos itu akan dikirimkan ke kantor si alien ini sebagai tanda bahwa gw sudah pulang kampung!


 

 toilet di stasiun Leeuwarden

=”text-align: center;”> toilet stasiun Leeuwarden


 Zona merokok utama. Zona merokok yang kecil juga ada tandanya.
 Zona merokok utama. Zona merokok yang kecil juga ada tandanya.


Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.