Part 13: Mencari Baterai HP dan Menonton Transformer 3 3D

Mencari Baterai HP

Hari ini berniat menonton di bioskop, namun sebelumnya gw sempatkan jalan-jalan sekitar kota untuk mencari baterai HP HTC gw di toko. Kegiatan ini sih sepele, toh gw juga nggak jadi beli karena harganya hampir limaratus ribu. Karena gw orang yang sangat detil dalam memperhatikan satu hal, makanya, hal sepele ini perlu juga gw ceritakan. Sewaktu memasuki toko yang menjual HP dan Aksesoris HP di pasar, gw langsung nyelonong ke depan etalase tempat pajangan HP supaya dekat dengan si empunya yang sedang duduk melayani pembeli di samping gw. Geart langsung memanggil dan menyuruh gw mundur. Ternyata ada satu konsumen lain yang sedang menunggu antrian dan berjarak satu lengan di belakang konsumen pertama. Gw tidak mengira yang di depan gw tadi adalah konsumen juga, gw pikir orang lihat-lihat doing dan nggak niat belanja, karena dia berada tidak tepat dan tidak mepet di belakang konsumen pertama. Sementara lebar etalase ini adalah dua meter ke samping dan masih lega untuk berdiri dekat dengan si pelayan toko.

Itulah budaya antri di negara Barat dan Eropa yang kita tidak punyai di Indonesia. Kata antri adalah berdiri di belakang orang yang antri lebih dulu dan berjarak satu lengan dengan antrian Anda supaya masing-masing bisa bebas bergerak dan bernapas. Dan bentuk antrian yang teratur adalah vertikal (memanjang ke belakang), bukan horizontal alias memanjang ke samping, dan tidak berdesak-desakan seperti budaya kita. Paham?

Menonton di Bioskop 3D

Udah pada nonton belum? Di sini baru direlease (Juli 2011). Filmnya bagus banget. recomended! Mantap! Apalagi kalau ditonton tiga dimensi. Di Leeuwarden, 3D juga baru ada beberapa bulan belakangan. Untuk model bioskop, rata-rata hampir sama dengan bioskop 21 Indonesia, nggak mewah-mewah banget. Tapi yang pasti nggak sejelek bioskop Indonesia yang terjelek :). Ngomong-ngomong soal antri lagi, pada saat beli tiket di depan loket, antrian penonton sampai ke luar lobby bioskop hingga dipinggir jalan kota. Seperti yang gw ceritakan tadi, antri itu artinya teratur dan tidak menumpuk.

READ  Part 1: Pengajuan Visa ke Belanda

Film Transformer 3 berdurasi dua jam-an. Kalau kita nonton di bioskop normal, mungkin untuk duduk menonton selama dua atau tiga jam pun nggak bakalan capek dan pegel. Tapi berhubung ini 3D, sudah pasti bikin leher kaku dan mata lelah. Suatu hal yang bagus dan boleh dicontoh dari sini adalah waktu break atau jedah di tengah film. Jadi kita bisa memanfaatkan waktu lima menit buat ke toilet atau beli cemilan. Break di tengah film bukan hanya di 3D movie, bioskop normal juga memberikan break lima menit. Keren kan… penonton nya bisa meregangkan otot dan istirahat mata, bioskop nya untung karena ada yang belanja di luaran.

Untuk harga tiket nonton film biasa di bioskop ini (Tivoli Leeuwarden) sekitar seratus limapuluh ribu, sejak pakai 3D harga tiket naik jadi duaratus ribu. Biasanya film makin lama akan turun harga tergantung dari minat penonton. Tiket bisa dipesan online atau buking lewat telpon. Kalau kita nonton 3D, sebelum masuk diberi kacamata tiga dimensi, dan waktu kita keluar kacamata ini tidak dicek dan dimintai satu-satu ke penonton. kita keluar gedung dan taruh sendiri kacamatanya di box kacamata. Mereka sih percaya aja kalau kita jujur dan tidak membawa kacamata 3D nya pulang.

“Terus gimana kalau saya mau souvenir?”

Kafe sebelah

Sebelum jadwal film ditayangkan, bioskop tidak dibuka, padahal gw sudah sampai di lokasi dan maksud hati biar duluan ambil karcis yang sudah dibuking lewat telpon tadi. Karena bioskop masih tutup, akhirnya kita memutuskan nongkrong di kafe sebelah. Dari arah luar, kafe nya biasa aja, pas masuk ke dalam, duduk dan melihat menu makanan, ternyata makanannya berat semua dan harganya… Muahal! Glek. Terlanjur masuk kafe dan duduk di lantai dua, dengan lilin yang romantis membuat hati gw bercabang dua; keluar gak ya? Biasanya kalau di Indonesia, apabila terlanjur masuk restoran mahal, dengan pede nya gw akan berjalan gontai keluar restoran alias nggak jadi makan. Sehubungan ini bukan Indonesia, dan ada yang bayarin… akhirnya gw duduk manis dan tersenyum.

READ  Part 9: Mengunjungi Beppe dan Pake

“Honey, aku coklat panas aja deh, yang murah… tigapulluh lima ribu :P”.

Sambil menunggu orderan datang, kita terpana dengan sebuah sajian lezat yang telah tersedia di meja sebelum kita duduk di situ. ‘ini gratis apa bayar ya?’ hati gw lagi-lagi berdilema…

“kelihatannya enak ya Honey, kamu cicipin deh, ntar aku yang makan…”

 

Menutoko HP

 

 

Nonton yuk…

Transformers 3 Dark of the Moon trailer 3 official 2011 movie

Facebook Comments

4 Comments

  • renny

    Halo mbak, aku barusan baca tulisan2 mbak, bagus banget dan ckp bikin aku terkekeh2…. slmt ya utk pernikahannya, aku berharap suatu hari jg mendpt jodoh bule yg baik hehe…

    • caprivhia

      iya makaasih say.. maaf baru sempet balesss… belakangan sibuk banget, nggak sempet update blog aku. mau posting foto pernikahan juga gak sempet 🙂

      thanks dah mampir yaaa

  • wah selamat ya sist,, hmmm by the way aku sekarang gi deket ma cowok belanda tp aku ragu gitu untuk serius ma dia, takut di bohongin sist cz aku lom pernah k negaranya n gak tau ya aku takut aja klo d undang k negaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.